Cara Meningkatkan Personal Branding Melalui Media Sosial

Antara branding dan pencitraaan melalui sosial media itu beda tipis ngga, sih? Hahaha. Ngga lah, ya. Penikmat sosial media sekarang makin pintar. Mereka bisa membedakan antara pengguna media sosial yang memang expert pada satu bidang sama yang sekadar mengikuti trend. Terlebih bagi mereka yang punya hobi tertentu, dapat dengan mudah mengenalkan atau membrandingkan diri sebagai apa hanya melalui media sosial.

Meningkatkan brand awareness sebuah perusahaan merupakan pekerjaan yang tak mudah. Tim harus mampu membuat merek lebih dikenal banyak orang sebagai apa. Tim yang melakukan branding juga harus mendapat banyak like, klik, hingga share di media sosial yang menjadi indikator keberhasilan kerjanya.

Lalu, bagaimana kalau yang di-branding bukanlah sebuah perusahaan, tapi personal? Apakah caranya sama seperti melakukan branding perusahaan? Nah, berikut ada tujuh cara meningkatkan personal branding melalui media sosial.

Memilih Kelompok yang Tepat

Sebelum melakukan personal branding, kalian harus menentukan kelompok atau grup yang tepat. Kelompok yang dimaksud adalah orang yang akan dijadikan target market (istilah pada branding product). Kita ambil contoh sederhana saja: kalian ingin melakukan branding pada public figure yang bergerak di bidang fashion. Di mana kira-kira tempat promosi yang tepat? Jawabannya adalah Facebook atau LinkedIn.

IKON SOSIAL MEDIA
Sosial Media, Unsosial…:D

Di Facebook, kalian bisa membuat semacam Fanpage yang digunakan untuk melakukan promosi mengenai hasil karya. Selanjutnya, kalau ingin dikenal secara profesional, kalian bisa menggunakan LinkedIn. Di jejaring sosial khusus pekerja ini kalian bisa membuat konten bermanfaat agar diikuti orang yang memiliki ketertarikan di bidang yang sama.

Gunakan Foto yang Sama

Selalu gunakan foto yang sama untuk profil di berbagai media sosial. Kalian juga harus memilih foto yang sesuai dengan visi dan misi branding agar masyarakat lebih mudah mengenali kalian.

Menggunakan foto yang berbeda-beda bisa memunculkan keraguan di hati masyarakat mengenai identitas yang sedang dibangun. Jadi, daripada menimbulkan banyak pertanyaan seperti:

“Foto ini orang yang sama bukan, ya?” atau “Akun ini asli atau palsu, ya?”

Lebih baik gunakan gambar profil yang sama, sebab pertanyaan semacam ini adalah tanda keraguan. Dalam branding, keraguan pada masyarakat adalah indikator kegagalan.

HARDDISK 2TB

Selain menggunakan gambar yang sama, jangan lupa untuk selalu memperbarui kiriman dengan konten yang terstruktur.

Kalian harus selalu memperbarui apa pun secara cepat dan tepat. Selalu bawa ponsel pintar dengan pulsa general yang mencukupi untuk membeli paket data. Kalau ponsel tidak bisa melakukan update di banyak tempat dengan cepat, gunakan modem untuk koneksi internet laptop.

Buat Konten yang Menarik

Sebisa mungkin, konten yang dibagikan ini bisa sejalan dengan personal branding yang sedang dijalankan. Saat kalian ingin melakukan branding sebagai digital marketing, tentu konten yang dihasilkan berkutat pada tips dan internet.

 

A post shared by CERIS Tekno (@ceristekno) on

Konten yang menarik akan membuat kalian lebih dikenal. Terlebih jika konten yang dibagikan bisa viral, ketenaran bisa didapat dengan mudah. Pembaca konten pun tidak akan segan menekan tombol like dan mengikuti setiap konten baru yang diberikan.

Buat Konten yang Bervariasi

Membuat konten yang bermanfaat dan bisa disukai banyak orang bukanlah pekerjaan yang gampang. Orang yang mengikuti kalian tentu menginginkan hal-hal yang baru dan lebih beragam.

Mereka akan bosan kalau setiap hari hanya diisi dengan “cara memulai usaha dari ponsel Android” atau “tips mudah mendapat uang melalui internet.”

 

A post shared by CERIS Tekno (@ceristekno) on

Perbanyak jenis konten yang dibagikan. Kalian bisa membuat semacam vlog untuk mereka yang malas membaca. Dengan melihat video, pengikut kalian bisa mengenal seseorang lebih personal. Selain video, konten dalam bentuk foto, infografik, atau quote bisa memecah kebosanan sehingga masyarakat mau terus menjadi followers.

Bekerja Sama dengan Influencer

Melakukan personal branding tidak semudah ketika kalian mengisi pulsa. Proses ini berjalan selama berbulan-bulan atau mungkin tahun. Untuk sedikit mempercepat proses ini, kalian bisa bekerja sama dengan influencer yang sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat. Caranya, mintalah mereka untuk mempromosikan kalian atau orang yang sedang kalian branding di media sosialnya.

Cara promosi bisa berupa membuat siaran langsung atau memasang foto berdua. Meski berbayar, cara ini terbilang sangat ampuh untuk meningkatkan branding. Tapiiiii…kalau berangkat dari kalangan orang biasa, bisa jadi ngga percaya diri, ya. Hahaha.

Memberikan Sesuatu yang Bermanfaat

Kalau kalian ingin lebih dikenal dan membuat banyak orang mengingat dengan jelas, jangan ragu untuk memberikan banyak hal.

Bukan melulu soal uang, kalian bisa kok memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bisa diaplikasikan secara langsung. Kalau kalian ingin dikenal masyarakat sebagai ahli internet marketing, buatlah buku elektronik yang berisi tips mendapatkan banyak uang dari internet. Bagikan buku itu secara gratis kepada para pengikut khususnya. Dengan begitu, masyarakat akan merasa lebih dihargai dan diperhatikan.

Adakan Sesi Tanya Jawab

Ada kalanya followers ingin berinteraksi secara langsung dengan kalian atau orang yang sedang kalian branding. Interaksi ini akan meningkatkan hubungan personal sehingga masyarakat akan lebih percaya dengan apa yang dikatakan atau apa yang dibuat (bisa dalam bentuk produk).

 

A post shared by CERIS Tekno (@ceristekno) on

Tanya jawab bisa dilakukan secara langsung melalui siaran langsung di Facebook atau Instagram. Selanjutnya minta masyarakat menanyakan hal yang tidak mereka pahami. Lakukan diskusi secara langsung agar mereka tahu kalau kalian seorang yang responsif, memberikan banyak solusi, dan orang yang patut mereka ikuti.

Nah, dari tujuh cara meningkatkan personal branding di media sosial di atas dapat disimpulkan bahwa, melakukan personal branding dibutuhkan kerja keras dan juga kreativitas. Tanpa hal itu, branding akan berjalan dengan lambat. Setujuuu, kaaan? 😉

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *