Permasalahan yang Kerap Muncul di Aplikasi SIMAK dan Saiba Saat Rekonsiliasi

Nyaris tiap kali rekonsiliasi ada saja masalah yang muncul pada aplikasi SIMAK-BMN atau Saiba. Dua aplikasi ini kan memang saling terkait. Permasalahan awal biasanya datang dari aplikasi SIMAK karena aplikasi Saiba pada dasarnya hanya menerima arsip data komputer (ADK) dari aplikasi SIMAK.

Permasalahan yang muncul kadang bisa di luar dugaan. Aku bilang di luar dugaan karena saat membuat laporan akhir bulan, data yang tersaji telah fix dan benar.

Sebagai operator SIMAK, kadang aku merasa sudah benar menginputkan aset negara yang digunakan oleh kantor. Namun, ketika ADK dikirim ke aplikasi Saiba, barulah kelihatan masalahnya satu per satu. Terlebih saat permasalahannya ada di data belanja modal atau pembelian barang, bisa kesal mendadak. 😀

Nah, berikut permasalahan yang kerap muncul di aplikasi SIMAK dan Saiba saat rekonsiliasi.

1. Beda nilai persediaan pada neraca.

Ini cukup ngeselin kalau sampai terjadi. Baik hanya selisih nominal, atau ada barang persediaan yang belum teregistrasi.

Operator SIMAK: “Seluruh barang persediaan yang dibeli, sudah aku inputkan ke aplikasi. Asli.”

Operator Saiba: “Tapi kenapa masih ada barang yang belum tergistrasi di sini?” Atau, “Ini kenapa akun persediaan bisa selisih satu juta dengan neraca di SIMAK?”

Hmmm…solusinya, posting ulang dari awal bulan pada satu semester. Januari misalnya, pada semester satu. Insya allah ngga ada selisih atau beda nilai pada neraca. Selesai satu, deh.

2. Barang Milik Negara (BMN) Belum Didistribusikan.

Ini biasanya operator SIMAK lupa. Hahaha. Iya, bilang aja lupa. Jangab ngatain malas, ya. Permasalahan sepele banget, tapi bisa bikin malu.

Hmmm…solusinya, segera didistribusikan dengan mengecek terlebih dahulu data di menu Daftar Barang, lalu pilih Barang yang Belum Didistribusikan. Selesai dua, deh.

3. Salah mamasukan akun belanja.

Ini terjadi bila satker mengadakan belanja modal atau pembelian barang. Operator SIMAK harus jeli membaca akun belanja yang tertera pada Surat Perintah Membayar (SPM). Permasalahan datang di aplikasi Saiba jika operator SIMAK sampai salah menginputkan akun belanja.

Transaksi yang telah terinput di aplikasi SIMAK akan berwarna merah jika telah dilakukan transfer ADK ke aplikasi Saiba. Ini permasalahan banget, dan cukup menyebalkan karena akan menimbulkan perbedaan di neraca.

Hmmm…solusinya, masukan akun belanja sesuai SPM. Akun yang salah input akan nampak merah di aplikasi Saiba. Segera saja melakukan ubah data pada sub menu pembelian. Akun belanja yang diinput cukup empat digit dari depan. Perhatikan juga nomor SP2D, tanggal SP2D, dan harga beli barang. Selesai tiga deh, ya.

Tiga permasalahan di atas paling sering dialami saat waktunya rekonsiliasi. Jujur, meski permasalahannya itu terus dan itu lagi, tetap sukses membuat operator sumuuuk. Terlebih jika sampai harus melakukan proses reklasifikasi barang, beeuuh…kesyeel sebeeel. 😀

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *