Mirrorless: Cannot Recognize Lens

vpn

Mirrorless: Cannot Recognize Lens! Was was itu…ketika dimintai tolong seorang teman untuk sekadar melihat kameranya yang katanya rusak. Byuuuh…saya mah apa atuh? Tidak paham soal kamera dan tidak punya kamera bagus pula. Mending diminta untuk cek sound 1 2 3. 😆 Tapi tidak apa-apa. Hanya diminta untuk melihat ini. 😛

Kameranya jenis Mirrorless merk Sony. Samaan banget dengan punya saya, hanya berbeda seri saja. Memegang kameranya tuh bingung. Ketimbang terus bingung sendiri, saya menyalakannya. Kamera masih nyala, tapi tidak normal. Tidak bisa digunakan untuk mengambil objek.

Hmmm…bagaimana bisa digunakan untuk ambil foto, lensanya saja tidak mau membuka. Ya…lensa membuka hanya satu detik saja, kemudian menutup. Sekiranya tiga kali buka tutup dan setelahnya menutup lagi. Tak lama kemudian, pada layar muncul tulisan cannot recognize lens.

Serius, saya panik banget! Saya berpikir jelek, seandainya nanti harus ganti lensa gimana, ya. Huwaa…kasian banget teman saya ini. Hiks Cerewet, bawel, saya banyak bertanya kepadanya. Yaa…siapa tahu kamera baru jatuh atau diakibatkan hal lain yang menjadikan lensa tidak mau membuka.

Saya bertanya kepada seorang teman yang berdomisili di Tibet. Dia punya mirrorless sony juga. Ia menyarankan supaya lensa dilepas dahulu, kemudian dipasang kembali. Saya langsung praktik, dong. Beberapa kali saya lepas, pasang, lepas, pasang, sampai tangan pegal. 😆 Tapi…tidak berhasil. Lensa tetap tidak mau membuka.

Foto kiriman Idah Ceris (@idahceris) pada

Saya pindah channel, bertanya pada seorang teman yang sekarang berdomisili di NYC. Ia menyarankan untuk membersihkan lensa mirrorless. Yaa…siapa tahu lensanya kotor. Saya mencoba membersihkannya. Namun hasilnya masih nihil. Lensa Mirrorless masih saja tidak mau membuka. 😆

Sumprit, agaknya mau menyerahkan diri. Tapi melihat teman saya tertunduk, melamun pasrah, rasanya tidak tega. Yasudah, saya lanjut pencarian solusinya. Jalan terakhir sebelum benar-benar opname, saya menghubungi costumer service tempat pembelian kamera. Beruntung banget mendapat customer servicenya yang ramah!

Tak lama berbicara dengannya, saya disambungkan dengan bagian khusus service kamera. Berbicara langsung dengan teknisinya. Mas Iwan, namanya. Ngobrolnya tidak lama, cukup sepuluh menit sudah plus praktik, kamera pun kembali normal. Bisa digunakan kembali!

Iyes! Bahagia banget, dong. Sepuluh menit sangat berarti untuk sebuah konsultasi. Dan solusi yang diberikan oleh Mas Iwan yaitu membersihkan lensa bagian dalam dan juga pin yang terletak dipinggir lensa dalam. Emmm…namanya bukan pin. Tapi apa, yaa. 😆 Hayoo apaaa? Ada yang tahu? 😀

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *