Persaingan Bisnis Perusahaan Teknologi Makin Ramai

SMARTPHONESahabat Belajar IT. Persaingan Bisnis Perusahaan Teknologi Makin Ramai – Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang merasa mampu menggunakan akalnya untuk menciptakan suatu hal yang baru. Benar, kan?

Masih terkait dengan teknologi itu sendiri, menurut Iskandar Alisyahbana, definisi teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat. Sehingga, seakan-akan membuat lebih ampuh sebuah teknologi, dibandingkan dengan anggota tubuh dan otak manusia.

Kemajuan teknologi tak bisa dihindari. Karena, hal tersebut berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Tak sedikit perusahaan teknologi yang saat ini terus berlomba, berinovasi terhadap produknya atau sekedar “mencari nama”.

Saat ini, jagad teknologi penuh dengan persaingan antar vendor. Persaingannya pun begitu ketat. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang berani “membanting harga” habis-habisan demi mempertahankan keeksisannya. Seakan, terlihat tak peduli lagi dengan kualitas produk, yang penting bisa tetap mengikuti perkembangan zaman. Sebagai contoh; produk teknologi yang saat ini makin ketat persaingannya yaitu Smartphone.

 Persaingan Bisnis Perusahaan Teknologi Makin Ramai

Persaingan ketat antar vendor tak hanya terjadi pada media saja. Namun, sering saya jumpai di lapangan. Di kota saya, misalnya. Hampir dua bulan sekali ada promo Smartphone dari perusahaan X. Dan, dua minggu kemudian, perusahaan Y pun tak mau kalah untuk turut meramaikan dunia teknologi dengan promo yang lebih WOW.

Mengingat, makin pesatnya perkembangan tekonlogi. Jadi, tak heran jika promo tersebut kerap sekali diadakan. Sebenarnya, ada dampak positif dengan adanya persaingan bisnis antar perusahaan teknologi. Adalah menjadikan dunia teknologi makin berwarna dan makin maju dalam pengembangannya. Lalu, bagaimana dengan perusahaan teknologi yang tak mampu mempertaankan ke-eksisan-nya?

 

SMARTPHONE
Sumber

Membaca keputusan bisnis terburuk sepanjang massa, rasanya miris melihat deretan perusahaan teknologi yang dahulu namanya begitu berkibar di jagad teknologi. Sebagai contoh, Motorola.

Tercatat pada delapan tahun silam, perusahaan yang mengalami kiprahnya melalui telefon seluler ini berhasil mematok titik pendapatan lebih dari 40 miliar dolar AS. Namun, setelah kehadiran dua raksasa seperti iPhone dan Blackberry pada empat tahun lalu cukup untuk mendatangkan mimpi buruk bagi Motorola. Kegagalannya untuk mengikuti tren arus berjenis smartphone membuat perusahaan ini harus menghakhiri kiprahnya di dunia handphone.

Miris, bukan? Untuk mempertahankan eksistensi memang butuh perjuangan keras. Oleh karenanya, untuk menjaga eksistensi dan juga masa depan perusahaan, ada beberapa perusahaan besar kelas dunia yang kini mulai merambah bisnis real estate. Perusahaan Sony, misalnya.

Menurut salah satu artikel yang ditulis oleh Lamudi, Keputusan perusahaan raksasa Sony untuk memulai bisnis real estate tampaknya akan serius direalisasikan.

Sony telah membulatkan tekad untuk memasuki bisnis real estate. Arus balik untuk memasarkan unit real estatenya telah dipublikasikan oleh Sony. Termasuk broker, konsultan dan layanan managemen properti pada bulan Agustus tahun ini.

Semoga para pengusaha bidang teknologi bisa mengambil keputusan yang bijak dan memikirkan masa depan perusahaannya, serta karyawannya, ditengah persaingan bisnis perusahaan teknologi yang makin ramai.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *